Selasa, 20 September 2016

Peranan Budaya Asing Terhadap Indonesia

PERANAN KEBUDAYAAN HINDU BUDHA,ISLAM,DAN KRISTEN/BARAT DI INDONESIA


1.      Definisi Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

2.      Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memPengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.



  
3.      Peranan budaya asing terhadap Indonesia


a.      Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
Hindu-Budha masuk ke Indonesia pada awal abad ke 2 Masehi yang dibawa oleh para pendeta dan pedagang, Hindu Budha sedikitnya berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan masyarakat Nusantara di masa yang lalu, bahkan pengaruh Hindu-Budha juga dapat kita lihat dan kita rasakan sampai saat ini di Indonesia , baik itu yang mutlak berasal dari ajaran dan kebudayaan hindu-Budha, juga pengaruh yang berakulturasi degan kepercayaan dan kebudayaan lokal dimasa lalu.
·         Pengaruh Hindu-Budha
-               Ada beberapa aspek yang berpengaruh terhadap Indonesia, salah satunya terdapat pada bidang agama atau kepercayaan. Sebelum Hindu-Budha masuk ke Indonesia masyarakat Indonesia sudah memegang kepercayaan animisme dan dinamisme, namun setelah masuknya Hindu-Budha ke Indonesia kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh masyarakat nusantara masa lalu kemudian membaur dan berakulturasi dengan ajaran agama Hindu-Budha. Kemudian Hindu-Budha secara perlahan kemudian membawa kebudayaan baru dalam hal beragama, contohnya dalam hal upacara adat, dan juga tempat peribadahan.
-    Tidak hanya itu, pada bidang politik dan pemerintahan sistem politik dan pemerintahan kerajaan juga terpengaruhi oleh Hindu-Budha, sistem ini membuat masyarakat yang awalnya hidup dalam kelompok-kelompok kecil menjadi bersatu dan membentuk sebuah kekuasaan yang lebih besar dengan pemimpin tunggal yang dijuluki sebagai seorang raja. Di Indonesia terdapat beberapa kerajaan Hindu-Budha antaranya dalah Kutai, Sriwijaya,majapatih,tarumanegara, dan lain-lain.
-         Dibidang arsitektur Hindu-Budha juga membawa pengaruh, tradisi megalitikum punden berudak-ubdak yang menjadi peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia di masa silam juga diyakini telah bercampur dengan ilmu arsitektur yang dibawa dari India bersamaan dengan penyebaran agama Hindu-Budha. Punden berundak-undak berpadu dengan budaya India dan memakai gaya arsitektur pembuatan bangunan candi-candi peninggalannya. Sebagai contoh nyata dari perpaduan ini dapat dilihat pada arsitektur candi Borobudur yang berbentuk limas dan berundak-undak.
-   Hindu-Budha juga membawa pengaruh terhadap Bahasa dan Aksara yang digunakan di Indonesia, Huruf pallawa dan bahasa sanskerta yang digunakan pada beberapa prasasti kerajaan-kerajaan di Nusantara di masa lalu menandakan bahwa pengaruh Hindu-Budha juga membawa perubahan dengan aspek bahasa dan aksara. Penggunaan aksara pallawa mungkin sudah tidak populer lagi, namun penggunaan bahsa sansekerta justru berlanjut dengan sangat pesat.
-          Berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia juga membawa kemajuan besar pada bidang sastra. Karya sastra yang dibawa Hindu-Budha yakni kitab Ramayana dan Mahabarata telah memperkaya khasanah epos dalam pewayangan Indonesia. Kedua kitab itu juga memacu beberapa pujangga nusantara untuk menghasilkan karyanya sendiri. Contoh karya sastra yang muncul setelah datangnya Hindu-Budha ke Indonesia adalah Kitab arjunawiwaha.


b.      Kebudayaan Islam di Indonesia
Di Indonesia kedatangan islam diikhtisarkan menjadi tiga reori besar, yaitu gujarat(India), Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat-India melalui para pedagang india muslim pada abad ke 12 Masehi. Kedua, pada teori mekkah, Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari timur tengah juga melalui para pedagang arab muslim pada abad ke-7 Masehi. Ketiga, teori Persia, Islam masuk ke Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 Masehi.
Islam telah dikenal di Indonesia pada abad pertama hijriah atau 7 masehi, meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para pedagang muslim yang berlayar ke Indonesia untuk singgah dalam beberapa waktu.  

·         Islam masuk ke indonesia melalui beberapa jalur antara lain sebagai berikut:
-          Jalur Perdagangan
Pada taraf permulaan, jalur masuknya islam melalui perdagangan. Kesibukan perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 M membuat pedagangan-pedangan muslim (Arab, Persia dan India) turut ambil bagian dalam perdangan dari negeri-negeri bagian barat, tenggara dan timur benua asia. Masuknya islam melalui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham.


-          Jalur Perkawinan
Dari sudut perekonomian, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih baik dari pada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi terutama putri-putri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri saodagar-saodagar itu. Sebelum kawin, mereka di masukkan Islam terlebih dahulu. Setelah mereka mempunyai keturunan, lingkungan mereka makin luas. Akhirnya, timbul kelompok-kelompok berupa kampung-kampung, daerah-daerah, dan kerajaan-kerajaan muslim.


-          Jalur Tasawuf
Pengajar-pengajar Tasawuf atau para sufi, mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah di kenal luas oleh masyarakat Indonesia. Diantara ahli-ahli Tasawuf yang memberikan ajaran mengandung persamaan dengan alam pikiran Indonesia pra-Islam itu adalah Hamzah Fansuruh di Aceh, Syaik Lemah Abang, dan Sunan Panggung di Jawa. Ajaran mistik seperti ini berkembang di abad ke-19 M bahkan di abad ke-20 M ini.


-          Jalur Pendidikan
Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang di selenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai, dan ulama-ulama. Di pesantren atau pondok itu, calon ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari pesantren, mereka pulang ke kampung masing-masing kemudian berdakwa ke tempat tertentu mengajarkan Islam. Misalnya, pesantren yang didirikan oleh Raden Rahmat di Ampel Denta Surabaya dan Sunan Giri di Giri.


-          Jalur Kesenian
Jalur Saluran Islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Dikatakan, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih di petik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, tetapi didalam cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam. Kesenian-kesenian lain juga dijadikan adalah Islamisasi, seperti sastra (hikayat, badad, dan sebagainya), seni bangunan, dan seni ukir.


-          Jalur Politik
Di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Kebangkitan Islam semakin berkembang membentuk organisasi-organisasi sosial keagamaan.

·       Pengaruh masuknya Islam ke Indonesia
Sebelum Islam masuk dan berkembang, Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang di pengaruhi oleh agama hindu dan budha. Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi  yang meluruskan kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam Indonesia. Masuknya Islam tersebut tidak berarti kebudayaan hindu dan budha hilang.bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi antara lain adalah :


-          Seni Bangunan, wujud akulturasi dalam seni bangunan dapat dilihat dari bangunan masjid, makam, istana.
-          Seni Rupa, tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia/ hewan. Seni ukui relief yang menghias masjid, makam Islam berupasaluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula sinkretisme, agar dapat keserasian. 
-          Aksara dan Seni Sastra, tersebarnya agama Islam ke Indonesia maka berpengaruh terhadap bidang aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab, bahkan berkembang tulisan arab melayu atau biasa dikenal dengan istilah arab gundul. Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat dari tulisan atauaksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf arab melayu (arab gundul) dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil sastra yang berkembang pada jaman Hindu.


c.       Kebudayaan Barat di Indonesia
Bangsa Indonesia kini sudah diperngaruhi oleh kebudayaan barat yang keberadaan nya banyak membawa dampak negatif bagi masyarakat. Segala hal sudah dikaitkan dengan budaya barat.Banyak perubahan yang sudah terjadi di Indonesia akibat datangnya budaya barat. Timur yang selalu berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan karena adanya krisis globalisasi yang dihadapi Indonesia. Pengaruh tersebut mempengaruhi masyarakat Indonesia dengan sangat cepat. Pengaruh tersebut membawa bermacam dampak yang akan di hadapi oleh masyarakat Indonesia, terutama anak muda. Penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses seleksi yang teliti dapat menyebabkan terjadinya persimpangan.

·         Pengaruh Budaya Asing di Indonesia
Bangsa Barat yang memberikan pengaruh cukup besar adalah Portugis dan Belanda. Terutama Belanda, budaya bangsa ini sedikitnya telah terserap dan masuk ke dalam unsur budaya bangsa Indonesia.
Sangat banyak pengaruh budaya barat terhadap Indonesia. Salah satunya di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan suatu hal yang mempunyai peran signifikan dalam mengharumkan suatu budaya. Selain pendidikan, bangsa baarat juga mempengaruhi dalam bidang pembentukan sistem politik di Indonesia.
Sekarang ini, dapat kita saksikan pengaruh budaya barat yang dipertontonkan di media sosial yang cenderung bersifat negatif yang juga merusak moral anak bangsa. Contoh kebudayaan-kebudayaan barat tersebut dapat kita lihat dari cara mereka berpakaian, bergaul dengan lawan jenis, pola hidup, dan lain-lain. Selain dampak negatif, budaya barat juga membawa dampak positif diantaranya adalah budaya barat membawa modernisasi dan globalisasi yang menyebabkan perubahan sikap yang awalnya irasional menjadi rasional, juga berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berkembangnya teknologi masyarakat dapat lebih mudah beraktivitas dan dapat berpikir lebih maju.

Sumber :