PERANAN
KEBUDAYAAN HINDU BUDHA,ISLAM,DAN KRISTEN/BARAT DI INDONESIA
1.
Definisi Budaya
Budaya adalah suatu
cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni.
2.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk
pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh
pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memPengaruhi tingkat
pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat
nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
3. Peranan budaya asing terhadap
Indonesia
a.
Kebudayaan
Hindu-Budha di Indonesia
Hindu-Budha
masuk ke Indonesia pada awal abad ke 2 Masehi yang dibawa oleh para pendeta dan
pedagang, Hindu Budha sedikitnya berpengaruh terhadap beberapa aspek kehidupan
masyarakat Nusantara di masa yang lalu, bahkan pengaruh Hindu-Budha juga dapat
kita lihat dan kita rasakan sampai saat ini di Indonesia , baik itu yang mutlak
berasal dari ajaran dan kebudayaan hindu-Budha, juga pengaruh yang
berakulturasi degan kepercayaan dan kebudayaan lokal dimasa lalu.
·
Pengaruh
Hindu-Budha
- Ada beberapa aspek yang berpengaruh
terhadap Indonesia, salah satunya terdapat pada bidang agama atau kepercayaan.
Sebelum Hindu-Budha masuk ke Indonesia masyarakat Indonesia sudah memegang
kepercayaan animisme dan dinamisme, namun setelah masuknya Hindu-Budha ke
Indonesia kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh masyarakat
nusantara masa lalu kemudian membaur dan berakulturasi dengan ajaran agama
Hindu-Budha. Kemudian Hindu-Budha secara perlahan kemudian membawa kebudayaan
baru dalam hal beragama, contohnya dalam hal upacara adat, dan juga tempat
peribadahan.
- Tidak hanya itu, pada bidang politik dan
pemerintahan sistem politik dan pemerintahan kerajaan juga terpengaruhi oleh
Hindu-Budha, sistem ini membuat masyarakat yang awalnya hidup dalam kelompok-kelompok
kecil menjadi bersatu dan membentuk sebuah kekuasaan yang lebih besar dengan
pemimpin tunggal yang dijuluki sebagai seorang raja. Di Indonesia terdapat
beberapa kerajaan Hindu-Budha antaranya dalah Kutai, Sriwijaya,majapatih,tarumanegara,
dan lain-lain.
- Dibidang arsitektur Hindu-Budha juga
membawa pengaruh, tradisi megalitikum punden berudak-ubdak yang menjadi
peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia di masa silam juga diyakini telah
bercampur dengan ilmu arsitektur yang dibawa dari India bersamaan dengan
penyebaran agama Hindu-Budha. Punden berundak-undak berpadu dengan budaya India
dan memakai gaya arsitektur pembuatan bangunan candi-candi peninggalannya.
Sebagai contoh nyata dari perpaduan ini dapat dilihat pada arsitektur candi
Borobudur yang berbentuk limas dan berundak-undak.
- Hindu-Budha juga membawa pengaruh
terhadap Bahasa dan Aksara yang digunakan di Indonesia, Huruf pallawa dan
bahasa sanskerta yang digunakan pada beberapa prasasti kerajaan-kerajaan di
Nusantara di masa lalu menandakan bahwa pengaruh Hindu-Budha juga membawa
perubahan dengan aspek bahasa dan aksara. Penggunaan aksara pallawa mungkin
sudah tidak populer lagi, namun penggunaan bahsa sansekerta justru berlanjut
dengan sangat pesat.
-
Berkembangnya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia
juga membawa kemajuan besar pada bidang sastra. Karya sastra yang dibawa
Hindu-Budha yakni kitab Ramayana dan Mahabarata telah memperkaya khasanah epos
dalam pewayangan Indonesia. Kedua kitab itu juga memacu beberapa pujangga
nusantara untuk menghasilkan karyanya sendiri. Contoh karya sastra yang muncul
setelah datangnya Hindu-Budha ke Indonesia adalah Kitab arjunawiwaha.
b.
Kebudayaan
Islam di Indonesia
Di
Indonesia kedatangan islam diikhtisarkan menjadi tiga reori besar, yaitu
gujarat(India), Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat-India melalui para
pedagang india muslim pada abad ke 12 Masehi. Kedua, pada teori mekkah, Islam
dipercaya tiba di Indonesia langsung dari timur tengah juga melalui para
pedagang arab muslim pada abad ke-7 Masehi. Ketiga, teori Persia, Islam masuk
ke Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya
singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 Masehi.
Islam
telah dikenal di Indonesia pada abad pertama hijriah atau 7 masehi, meskipun
dalam jumlah yang tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para
pedagang muslim yang berlayar ke Indonesia untuk singgah dalam beberapa
waktu.
·
Islam
masuk ke indonesia melalui beberapa jalur antara lain sebagai berikut:
-
Jalur Perdagangan
Pada taraf permulaan, jalur masuknya islam
melalui perdagangan. Kesibukan perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 M
membuat pedagangan-pedangan muslim (Arab, Persia dan India) turut ambil bagian
dalam perdangan dari negeri-negeri bagian barat, tenggara dan timur benua asia.
Masuknya islam melalui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja
dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi
pemilik kapal dan saham.
-
Jalur Perkawinan
Dari sudut perekonomian, para pedagang
muslim memiliki status sosial yang lebih baik dari pada kebanyakan pribumi,
sehingga penduduk pribumi terutama putri-putri bangsawan, tertarik untuk
menjadi istri saodagar-saodagar itu. Sebelum kawin, mereka di masukkan Islam terlebih
dahulu. Setelah mereka mempunyai keturunan, lingkungan mereka makin luas.
Akhirnya, timbul kelompok-kelompok berupa kampung-kampung, daerah-daerah, dan
kerajaan-kerajaan muslim.
-
Jalur Tasawuf
Pengajar-pengajar Tasawuf atau para sufi,
mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah di kenal luas oleh
masyarakat Indonesia. Diantara ahli-ahli Tasawuf yang memberikan ajaran
mengandung persamaan dengan alam pikiran Indonesia pra-Islam itu adalah Hamzah
Fansuruh di Aceh, Syaik Lemah Abang, dan Sunan Panggung di Jawa. Ajaran mistik
seperti ini berkembang di abad ke-19 M bahkan di abad ke-20 M ini.
-
Jalur Pendidikan
Islamisasi juga dilakukan melalui
pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang di selenggarakan oleh guru-guru
agama, kiai-kiai, dan ulama-ulama. Di pesantren atau pondok itu, calon ulama,
guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari pesantren,
mereka pulang ke kampung masing-masing kemudian berdakwa ke tempat tertentu
mengajarkan Islam. Misalnya, pesantren yang didirikan oleh Raden Rahmat di
Ampel Denta Surabaya dan Sunan Giri di Giri.
-
Jalur Kesenian
Jalur Saluran
Islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang.
Dikatakan, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan
wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para
penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita
wayang masih di petik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, tetapi didalam
cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam. Kesenian-kesenian
lain juga dijadikan adalah Islamisasi, seperti sastra (hikayat, badad, dan
sebagainya), seni bangunan, dan seni ukir.
-
Jalur Politik
Di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan
rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh
politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Kebangkitan Islam
semakin berkembang membentuk organisasi-organisasi sosial keagamaan.
· Pengaruh masuknya Islam ke Indonesia
Sebelum Islam masuk dan berkembang,
Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang di pengaruhi oleh agama hindu
dan budha. Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses
akulturasi yang meluruskan kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam
Indonesia. Masuknya Islam tersebut tidak berarti kebudayaan hindu dan budha
hilang.bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi antara lain adalah :
-
Seni
Bangunan, wujud akulturasi dalam seni bangunan dapat dilihat dari bangunan
masjid, makam, istana.
-
Seni
Rupa, tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia/ hewan. Seni ukui relief
yang menghias masjid, makam Islam berupasaluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi
pula sinkretisme, agar dapat keserasian.
-
Aksara
dan Seni Sastra, tersebarnya agama Islam ke Indonesia maka berpengaruh terhadap
bidang aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab,
bahkan berkembang tulisan arab melayu atau biasa dikenal dengan istilah arab
gundul. Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat
dari tulisan atauaksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf arab melayu
(arab gundul) dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil sastra yang
berkembang pada jaman Hindu.
c.
Kebudayaan
Barat di Indonesia
Bangsa Indonesia kini sudah diperngaruhi oleh
kebudayaan barat yang keberadaan nya banyak membawa dampak negatif bagi
masyarakat. Segala hal sudah dikaitkan dengan budaya barat.Banyak perubahan yang
sudah terjadi di Indonesia akibat datangnya budaya barat. Timur yang selalu
berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat.
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan karena adanya krisis globalisasi
yang dihadapi Indonesia. Pengaruh tersebut mempengaruhi masyarakat Indonesia
dengan sangat cepat. Pengaruh tersebut membawa bermacam dampak yang akan di
hadapi oleh masyarakat Indonesia, terutama anak muda. Penyerapan unsur budaya
luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses seleksi yang
teliti dapat menyebabkan terjadinya persimpangan.
·
Pengaruh Budaya Asing di Indonesia
Bangsa
Barat yang memberikan pengaruh cukup besar adalah Portugis dan Belanda.
Terutama Belanda, budaya bangsa ini sedikitnya telah terserap dan masuk ke
dalam unsur budaya bangsa Indonesia.
Sangat
banyak pengaruh budaya barat terhadap Indonesia. Salah satunya di bidang pendidikan.
Pendidikan merupakan suatu hal yang mempunyai peran signifikan dalam mengharumkan
suatu budaya. Selain pendidikan, bangsa baarat juga mempengaruhi dalam bidang
pembentukan sistem politik di Indonesia.
Sekarang
ini, dapat kita saksikan pengaruh budaya barat yang dipertontonkan di media
sosial yang cenderung bersifat negatif yang juga merusak moral anak bangsa.
Contoh kebudayaan-kebudayaan barat tersebut dapat kita lihat dari cara mereka berpakaian,
bergaul dengan lawan jenis, pola hidup, dan lain-lain. Selain dampak negatif,
budaya barat juga membawa dampak positif diantaranya adalah budaya barat
membawa modernisasi dan globalisasi yang menyebabkan perubahan sikap yang
awalnya irasional menjadi rasional, juga berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan berkembangnya teknologi masyarakat dapat lebih mudah
beraktivitas dan dapat berpikir lebih maju.
Sumber :